Minggu, 24 April 2011

Heboh Penemuan Air Terjun 114 Meter, Patung Buddha Oleh Petani dan Batu Gong di Sumsel

Heboh Penemuan Air Terjun 114 Meter, Patung Buddha Oleh Petani dan Batu Gong di Sumsel@INIUNIK Palembang - Air terjun dengan ketinggian 114 meter ditemukan warga Desa Genting, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Air terjun yang dinamakan warga 'Cughup Embun' itu terletak sekitar 10 kilometer dari Desa Genting.

Tidak ada akses jalan buat sepeda motor atau mobil ke lokasi tersebut, sehingga diperkirakan air terjun itu masih perawan alias belum tersentuh orang. Apalagi medannya juga sulit, dan masih berada di kawasan Bukit Barisan dengan ketinggian sekitar 1.900 meter dari permukaan laut.

Menuju lokasi air terjun tersebut, jalur yang harus dilalui selain terjal, serta mengikuti arus sungai kecil, yang merupakan salah satu aliran lahar Gunung Api Dempo. Sungai tersebut dipenuhi bebatuan yang cukup besar. Aroma belerang sudah tercium dari jarak 10 meter dari kawasan sungai.

“Di sini banyak air terjun, tapi yang ini (Cughup Embun, red) mungkin paling indah. Warga menamakan air terjun ini Cughup Embun karena air terjun yang jatuh kepermukaan menghasilkan embun akibat pantulan dari dasar air yang berbentuk danau berukuran 20 meter persegi. Uniknya tepat di samping air terjun terdapat gua dengan lebar mulut gua berkisar dua meter persegi,” ujar Jumli (45), warga setempat kepada wartawan.

Diperkirakan warga, air terjun sudah ada sejak tahun 1970. Namun baru tahun 2011 ini warga berani mendekati air terjun tersebut.

Bila hujan deras, maka bau belerang semakin menyengat karena lahar dingin ikut terbawa arus sungai. Oleh karena itu, sungai yang mengalir itu disebut warga dengan nama 'Sungai Bau'.

“Tidak ada satu pun ekor ikan hidup di sungai ini,” ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Bupati Lahat, Saifudin Aswari Riva’i, kepada pers Minggu (24/04/2011), mengatakan pihaknya akan segera menurunkan tim guna mendata potensi keindahan alam yang terdapat di daerah Kecamatan Tanjung Sakti Pumu tersebut.

* * * * *

Seorang Petani Pagaralam Sumsel Temukan Patung Buddha

Palembang - Satu patung Buddha yang terbuat dari perunggu setinggi sekitar 10 cm ditemukan seorang petani ladang di Pagaralam, Sumatra Selatan. Patung ini diperkirakan peninggalan dari masa Kerajaan Sriwijaya.

Selain patung, di tempat penemuan itu juga ditemukan sebuah koin perunggu yang bergambar, sayangnya gambar ini sudah dimakan karat dan tidak jelas lagi.

Dua benda purbakala itu kali pertama ditemukan Arkon (35), warga Dusun Muara Siban Baru Kelurahan Muara Siban, Kecamatan Dempo Utara, Pagaralam, Sumatra Selatan.

“Saya menemukan patung Buddha berukuran kecil ini seminggu lalu. Saya menemukannya tidak sengaja, ketika saya hendak memberi pupuk tanaman cabai saya yang berada di sawah. Saat mencangkul, mata cangkul saya menyentuh sebuah benda keras. Setelah dilihat sebuah patung Buddha,” ungkap Arkon.



Lokasi kebun cabai itu sendiri lokasinya tinggi dibandingkan tempat yang lain. Patung itu menggambarkan seseorang sedang bertapa. Kepala pelontos, mata agak sipit memiliki sinar teduh, serta memiliki kedua telinga yang panjang. Mempunyai selendang serta jubah lengkap meliliti seluruh badan. Warnanya kuning kemerahan.

“Awalnya patung ini berwarna hitam pekat mungkin karena sudah lama tertimbun tanah. Untuk itulah saya bersihkan secara hati-hati, guna melihat warna aslinya,” ujarnya kepada pers Minggu (24/04/2011).

Sebelum menemukan patung itu, dia sudah menemukan sebuah koin yang memiliki warna agak gelap, yang lokasinya tidak berjauhan dari penemuan patung. Sebelum menemukan patung Buddha serta koin itu, dia sudah mendapat petunjuk dalam sebuah mimpi. Dalam mimpi itu, dia melihat seorang sedang duduk di atas sebuah gundukan tanah tinggi sambil bertapa serta melihatnya dengan pandangan yang sayu.

“Yang membuat saya terkejut, orang yang duduk dalam mimpi saya itu sama persis dengan patung yang saya temukan ini,”ujarnya.

Ditambahkannya, selama ini patung serta koin yang ditemukannya disimpannya dengan rapi dalam sebuah bakul, guna mengantisipasi kerusakan serta tangan jahil.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Pagaralam Syafrudin yang dihubungi pers mengatakan penemuan tersebut cukup mengejutkan. Sebab selama ini yang banyak ditemukan peninggalan zaman Megalitikum, baru kali ini temuanya berupa patung Buddha yang terbuat dari logam. Pihaknya akan segera ke lokasi.

* * * * * *

Batu Gong dari Zaman Megalitik Ditemukan di Sumsel

Pagaralam - Benda-benda purbakala dari masa tradisi Megalitik Bukitbarisan Pasemah terus ditemukan di Pagaralam, Sumatera Selatan. Kali ini batu gong ditemukan di Dusun Keban Agung RT 04 RW 02 Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Pagaralam Selatan, Pagaralam.

Menurut warga setempat Sawari (34), Minggu (13/02/2011), lokasi batu gong tersebut tidak berjauhan dengan pemukiman warga setempat. Batu gong tersebut berada di atas tumpukan tanah setinggi kurang lebih 1 meter. Sedangkan tumpukan tanah tersebut berada di tengah-tengah jalan. Tidak jauh dari batu gong tersebut, terdapat lapangan rumput yang rencananya, bakal dibangun gedung olahraga (GOR).

Sama seperti batu gong yang berada di Dusun Karang Dapo, batu tersebut berbentuk persegi panjang, dan terdapat batu berbentuk bola setengah lingkaran di atasnya. Pada bagian batu yang berbentuk persegi tersebut, terdapat ukiran-ukiran unik. Panjang keseluruhan batu tersebut kurang lebih 60 cm. Hanya saja warnanya berwarna agak sedikit gelap.

“Warga setempat menamakan batu tersebut dengan makam puyang bungkuk. Batu tersebut sudah ada sejak lama di tempat itu yang dahulunya adalah perkebunan. Pada tahun 2004 lalu, ketika ada pembangunan jalan oleh pemerintah, warga menolak untuk memindahkannya ke tempat lain, karena sangat menghormati keberadaan batu tersebut,” katanya.

Sementara peneliti dari Balai Arkeologi Palembang Retno Purwanti mengarakan batu gong hanya ditemukan di Pagaralam di Indonesia. Pihaknya perlu melakukan penelitian khusus terkait batu baru tersebut. "Dari foto yang kita lihat belum ada temuan sepadan ditemukan di daerah di Indonesia ini," jelasnya. - detiknews.com -
Berlangganan Via Email Anda :
Related :

0 comments:

Poskan Komentar

Next Prev home
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia Local Blogs Entertainment
Copyright 2012 - @INIUNIK