Selasa, 12 April 2011

Wow !! ... Ada Kondom Berserakan di DPR

Wow !! ... Ada Kondom Berserakan di DPR@INIUNIK Orang - orang PKS dicitrakan sebagai partai bersih, tapi sekarang tidak lagi karena kasus Arifinto yang menonton film porno ketika sidang.

Lalu saya berpikir begini, jika anggota DPR dari PKS saja bisa berpikir cabul, apalagi anggota DPR dari fraksi lain yang tidak punya citra bersih? Bisa jadi kelakuan mereka jauh lebih buruk dibandingkan anggota DPR yang berasal dari PKS, bukan?

Pstttttt ... Ada Kondom Berserakan di DPR

Hari ini saya membaca berita yang cukup memiriskan hati di okezone.com. Berita ini menguatkan fakat dan realita bahwa memang sudah terjadi dekandesi moral pada anggota DPR yang katanya mereka adalah kaum elit dan terhormat.

Permadi, mantan anggota DPR dari PDIP Perjuangan, yang mengaku dekat dengan pegawai cleaning servis menceritakan bahwa mereka (pegawai cleaning servis) sering menemukan kondom bekas di ruangan anggota DPR saat hendak membersihkan ruangan.

Diceritakan pula oleh pengagum Soekarno itu, bahwa skandal antara sekretaris pribadi dan bosnya (anggota DPR) bukanlah hal yang tabu lagi, karena sudah biasa itu terjadi.

Mungkin kita masih ingat kasus skandalnya anggota DPR, Yahya Zaini dan Maria Eva yang pernah menghebohkan itu. Ini yang ketahuan public, yang tak ketahuan pastinya lebih banyak lagi, bukan?

Sebagai rakyat, saya sangat kecewa sekali membaca kesaksian Permadi itu. Bagaimana kita bisa percaya kepada orang-orang yang tak bermoral untuk mengemban amanah rakyat. Vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, tapi mereka yang mengemban suara rakyat adalah mereka yang durhaka kepada Tuhan.

Saya takut membayangkan ketika nantinya gedung baru DPR yang berharga trilyunan itu sudah jadi. Di situ ada fasilitas kamar mewahnya, jangan - jangan itu dijadikan sebagai tempat pelampiasan hawa nafsu semata dengan sekretaris pribadi.

Jika itu terjadi, maka jangan harap negara Indonesia menjadi negara maju, karena otak pejabat hanya memikirkan nafsu setannya saja. Go to hell anggota DPR cabul. - kompasiana -

* * * * *

Kasus menonton film porno yang dilakukan anggota DPR Arifinto saat sidang paripurna ternyata hanya sebagian kecil kasus yang terungkap ke permukaan. Dibalik itu, masih banyak sederet kasus cabul yang dilakukan para wakil rakyat. Wuiihh…

Mantan anggota DPR, Permadi, secara blak-blakan menyebutkan bahwa banyak anggota DPR yang kerap berbuat seronok dengan sekretaris pribadinya. Bahkan, prilaku cabul tersebut kerap dilakukan di ruangan kerja para wakil rakyat.

“Saat menjadi anggota DPR saya sangat dekat dengan cleaning service. Mereka banyak yang cerita sering menemukan kondom bekas di ruangan anggota DPR saat hendak membersihkan ruangan,” kata Permadi saat berbincang dengan okezone, Senin (11/4/2011).

Selain itu, pria sangat mengidolakan Soekarno ini mengaku sering mendapat keluhan dari para sekretaris pribadi anggota DPR soal prilaku bos-bosnya tersebut.

“Banyak sekretaris pribadi yang curhat kepada saya. Ada yang mengaku pernah diperlakukan tidak seronok oleh atasannya. Jadi, skandal anggota DPR dengan sekretarisnya tersebut bukanlah hal yang tabu. Ini sudha biasa,” tandas Permadi.

Menurutnya, tindakan oknum wakil rakyat tersebut sangat mencederai perasaan rakyat. Betapa tidak, ditengah derasnya sorotan terhadap kinerja para wakil rakyat, ternyata masih ditemukan tindakan amoral yang tak layak dilakukan pejabat negara.

“Yang begini minta gedung baru. Ini benar-benar rusak. Bahkan, anggota DPR yang sekarang jauh lebih rusak ketimbang anggota DPR di era saya. Maka itu saya sudah tidak mau lagi menjadi anggota DPR,” pungkas pria yang kini berkarir bersama Partai Gerindra tersebut. - okezone.com -

* * * * *

Mempersoalkan Moral Anggota DPR (Khususnya dari PKS ??)

Moral anggota dewan saat ini dinilai sudah banyak yang bobrok. Kasus politisi PKS Arifianto yang asyik menikmati adegan porno saat sidang sidang paripurna, merupakan contoh kecil dari banyak kasus amoral lainnya.

Mantan anggota DPR, Permadi mengatakan, tidak sedikit anggota dewan yang sering berbuat cabul dengan sekretaris pribadinya di ruang kerja mereka.

“Saat menjadi anggota DPR saya sangat dekat dengan cleaning service. Mereka banyak yang cerita sering menemukan kondom bekas di ruangan anggota DPR saat hendak membersihkan ruangan,” kata Permadi, seperti dilansir dari okezone, Senin (11/4/2011).

Permadi mengaku, sering mendapat keluhan dari para sekretaris pribadi anggota DPR soal prilaku bos-bosnya tersebut.

“Ada yang mengaku pernah diperlakukan tidak seronok oleh atasannya. Jadi, skandal anggota DPR dengan sekretarisnya tersebut bukanlah hal yang tabu. Ini sudah biasa terjadi,” tandas Permadi.

Menurutnya, tindakan oknum wakil rakyat tersebut sangat mencederai perasaan rakyat. Betapa tidak, ditengah derasnya sorotan terhadap kinerja para wakil rakyat, ternyata masih ditemukan tindakan amoral yang tak layak dilakukan pejabat negara.

“Yang begini minta gedung baru. Ini benar-benar rusak. Bahkan, anggota DPR yang sekarang jauh lebih rusak ketimbang anggota DPR di era saya. Maka itu saya sudah tidak mau lagi menjadi anggota DPR,” pungkas pria yang kini berkarir bersama Partai Gerindra tersebut. - BERITA8 -

* * * * *

Kebangkrutan Moral Anggota DPR

HARIAN ini membuat geger. Edisi Sabtu (9/4) Media Indonesia menampilkan karya foto jurnalistik eksklusif yang merekam kelakuan jorok anggota DPR. Kelakuan jorok itu terjadi Jumat (8/4), di forum terhormat, di sidang paripurna yang membahas materi sangat penting, yaitu pembangunan gedung baru DPR yang ditentang publik.

Anggota DPR itu adalah Arifinto dari Partai Keadilan Sejahtera, yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Barat VII. Kamera wartawan foto Media Indonesia M Irfan menangkap basah bagaimana jari tangan Arifinto dengan sengaja memilih video porno di komputer tablet yang dibawanya ke ruang sidang dan menikmatinya sejak pukul 11.39.23 hingga pukul 11.41.57 WIB.

Media Indonesia memiliki 60 frame visual berisi kelakuan anggota DPR itu. Sebuah jumlah yang lebih dari cukup untuk membuktikan secara faktual bahwa tidak benar anggota DPR itu membuka komputer tabletnya karena ada surat elektronik yang masuk, sebagaimana kilahnya, dan pula tidak benar ia menontonnya hanya beberapa detik, tak sampai setengah menit, seperti katanya.

Sebagian dari foto jurnalistik itu telah dipublikasikan di harian ini dan di situs Mediaindonesia.com dengan sengaja mengaburkan bagian gambar yang porno. Hal itu bertujuan menghormati keadaban publik dan mematuhi Undang-Undang Pornografi.

Semua itu perlu ditegaskan kembali melalui Editorial ini untuk menggarisbawahi betapa telah terjadi kebangkrutan moral anggota DPR. Bukan sembarang kebangkrutan moral karena yang menonton video porno itu adalah anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, partai yang berbasiskan nilai-nilai agama dan yang paling gigih memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Pornografi.

Kelakuan jorok anggota DPR itu bukan hanya menunjukkan moral susila yang rusak, melainkan juga moral politik. DPR sedang bersidang paripurna menyangkut pembangunan gedung DPR yang akan menelan Rp1 triliun lebih, eh, si anggota DPR tidak peduli, malah asyik menikmati pornografi.

Kasus itu menambah panjang daftar dekadensi anggota DPR. Bukankah banyak anggota DPR yang masuk penjara karena korupsi? Bukankah amat banyak anggota DPR yang gemar mangkir bersidang? Bukankah banyak keputusan DPR produk transaksional? Bukankah hasil studi banding omong kosong? Bahkan, ada studi banding yang diselingi menonton tari perut. Sekarang ditambah menonton video porno di sidang paripurna.

Semua itu jelas bukti DPR mengalami kebangkrutan moral yang menggerus kepercayaan publik. Bahkan, tidak berlebihan untuk mengatakan sesungguhnya telah terjadi kebangkrutan kepercayaan dan kebangkrutan legitimasi terhadap DPR. Tiga kebangkrutan yang fundamental. Lalu dengan dasar apa DPR masih layak memutuskan kebijakan publik atas nama rakyat?

DPR sekarang lebih banyak mudaratnya daripada maslahatnya. Oleh karena itu, sebaiknya DPR berhenti bersidang. Sebaiknya reses dilanjutkan saja sampai masa kerja berakhir pada 2014, sampai dilahirkan DPR yang baru hasil pemilu mendatang.

Anggaplah DPR yang sekarang ini koma, pingsan berat, akibat keracunan bermacam-macam kelakuan jorok. Kiranya untuk sementara negara ini lebih baik berjalan tanpa DPR yang dekaden itu. - mediaindonesia -

* * * * *

Dosa Besar atau Dosa Kecil ... Tetap Dosa ... @tifsembiring ... (Program Bersih PKS Digerus dan Dihancurkan Kadernya Sendiri) ... Perlu Perbaikan ??? ... atau Layak Untuk Mundur dari Kemenkominfo ... Sebuah Efek Berantai Arifinto

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring membela Arifinto, anggota DPR yang tertangkap kamera tengah menonton video porno saat paripurna DPR, Jumat lalu.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini, perbuatan Arifinto melihat video porno bukanlah dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah.

"Ingat beliau (Arifinto) tidak membuat video porno, hanya melihatnya. Dia membukanya dari link yang dikirim kepadanya,” katanya di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Dia menjelaskan, dalam Islam ada yang disebut kabair alias dosa-dosa besar yakni musyrik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh, berzina, dan membuat sumpah palsu.

“Ini bukan termasuk kabair. Jadi kita profesional juga. Kalau cuma menonton belum masuk berzina, masih menyerempet lah,” ujarnya.

Karenanya dia meminta publik untuk tidak menghakimi Arifinto telah berbuat tercela dengan menonton video tidak senonoh di tempat umum. “Beliau itu dikirimi link kemudian dia buka. Itu saja kesalahannya jadi proporsional juga itu. Dia tidak menipu orang," tegasnya. - okezone -

* * * * *

Pengunduran Diri Arifinto Tak Patut Dibanggakan Karena Tidak Mau Mengakui Kesalahan Dengan Bukti Konferensi Pers-nya

Pengunduran diri politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto selain banyak menuai apresiasi juga mematik reaksi miring. Pengunduran diri yang dilakukan oleh Arifinto sebagai anggota DPR bukanlah hal yang istimewa melainkan adalah konsekuensi perbuatan.

"Itu bukan hal istimewa. Jadi jangan terlalu disanjung-sanjung sebagai seorang kesatria," ujar Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid kepada okezone, Selasa (12/4/2011).

Sikap Arifinto itu, katanya adalah salah satu bentuk pelanggaran moral sebagai wakil rakyat. Padahal, banyak pelanggaran-pelanggaran moral yang dilakukan oleh para wakil rakyat. Seperti mangkir saat sidang, tidur saat Paripurna, tidak ikut rapat pleno. "Sebenarnya banyak pelanggaran moral tak hanya melihat video porno saja," tambah Nadjib

Hanya saja, saat melakukan pelanggaran itu, yang bersangkutan kepergok pewarta foto dan akhirnya publik mengetahuinya. Kasus Arifinto ini, katanya adalah cermin para wakil rakyat. Meski demikian dia yakin tidak semua anggota DPR menjadi 'pelanggan' dalam melanggar norma.

Wakil rakyat saat ini sudah tidak sebagai penyambung lidah rakyat. Contohnya, polemik pembangunan gedung baru DPR. Sebagai wakil rakyat tentunya mendengarkan apa kata rakyat.

"Lha ini sudah tahu jelas-jelas sebagian besar rakyat menolak pembangunan gedung baru, kok malah jalan terus. Mereka mengabaikan moral," tutur Nadjib.

Di balik ngototnya anggota dewan soal gedung baru, dia menduga, pembangunan itu adalah untuk kepentingan pribadi. "Tentunya setiap proyek yang besar akan menghasilkan yang besar pula," sindir Nadjib. - okezone -
Berlangganan Via Email Anda :
Related :

0 comments:

Poskan Komentar

Next Prev home
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia Local Blogs Entertainment
Copyright 2012 - @INIUNIK