Selasa, 05 April 2011

Yuk Mengenal Virus Singapura ... Penyakit Apa Ini

Yuk Mengenal Virus Singapura ... Penyakit Apa Ini@INIUNIK Flu Singapura, yang biasa dikenal dengan penyakit tangan, kaki, dan mulut, pada dasarnya adalah Penyakit Tangan Kaki dan Mulut atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD).

HFMD adalah penyakit yang cukup sering ditemui pada anak dan bayi dengan masa inkubasi 3-7 hari. HFMD adalah moderately contagious, menular melalui kontak langsung cairan hidung dan tenggorok, saliva, cairan dari blister atau tinja pasien. Masa penularan terbesar adalah pada minggu pertama sakit.

Penyebab HFMD adalah enterovirus secara umum, termasuk coxsackievirus A16, EV 71 dan echovirus.


Gejala

Penyakit ini ditandai dengan demam, rash (ruam) dan blister di telapak kaki, tangan dan mukosa mulut, tidak nafsu makan, malaise dan nyeri tenggorok.

Satu-dua hari setelah demam timbul keluhan nyeri di mulut dimulai dari blister sampai kemudian dapat menjadi mucus. Lesi dapat terjadi di lidah, gusi dan bagian dalam mulut lain.

Biasanya penyakit ini tidak berat, pengobatan hanya suportif dan akan sembuh dalam 7-10 hari.

Infeksi EV 71 dapat juga bermula dari saluran cerna yang kemudian sistemik dan menimbulkan gangguan neurologik. Sementara itu, HFMD akibat coxsackievirus A16 juga dapat menyebabkan meningitis

Pada kejadian sangat jarang, HFMD akibat EV 71 juga dapat menyebabkan meningitis dan bahkan encephalitis, seperti terjadi outbreak HFMD di Malaysia 1997 dan Taiwan 1998.

Di tahun 2008 sampai 29 April 2008 di Cina terdapat 1884 kasus HFMD akibat Enterovirus (EV 71) pada bayi dan anak-anak, 20 di antaranya meninggal. Semua kematian terjadi akibat komplikasi serius neurogenic pulmonary oedema. Case fatality rate di Cina pada 10-31 Maret 2008 adalah 11% dan pada 17-29 April 0,2%.

FLU SINGAPURA - HFMD - KTM

  • "Flu Singapura" sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM )
  • Penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.
  • Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

EPIDEMIOLOGI :
  • Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum/"biasa" pada kelompok masyarakat yang "crowded" dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).
  • Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur (oro-oro), tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa ("carrier") seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. Masa Inkubasi 2 - 5 hari.

GAMBARAN KLINIK :
  • Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti "flu" pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus dumulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.
  • Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki.
  • Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari.

Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat. Pada bayi/anak-anak muda yang timbul gejala berat , harus dirujuk kerumah sakit sebagai berikut :
  • Hiperpireksia ( suhu lebih dari 39 der. C).
  • Demam tidak turun-turun ("Prolonged Fever")
  • Tachicardia.
  • Tachypneu
  • Malas makan, muntah atau diare dengan dehidrasi.
  • Lethargi
  • Nyeri pada leher,lengan dan kaki.
  • Serta kejang-kejang.

Komplikasi penyakit ini adalah :
  • Meningitis (aseptic meningitis, meningitis serosa/non bakterial)
  • Encephalitis ( bulbar )
  • Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis
  • Paralisis akut flaksid ( "Polio-like illness" )

Satu kelompok dengan penyakit ini adalah :
1. Vesicular stomatitis dengan exanthem (KTM) - Cox A 16, EV 71 (Penyakit ini)
2. Vesicular Pharyngitis (Herpangina) - EV 70
3. Acute Lymphonodular Pharyngitis - Cox A 10

LABORATORIUM :
  • Sampel ( Spesimen ) dapat diambil dari tinja, usap rektal, cairan serebrospinal dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit spesimen atau biopsi otak.
  • Spesimen dibawa dengan "Hank's Virus Transport". Isolasi virus dencara biakan sel dengan suckling mouse inoculation.
  • Setelah dilakukan "Tissue Culture", kemudian dapat diidentifikasi strainnya dengan antisera tertentu / IPA, CT, PCR dll. Dapat dilakukan pemeriksaan antibodi untuk melihat peningkatan titer.

TATA LAKSANA :
  • Istirahat yang cukup
  • Pengobatan spesifik tidak ada.
  • Dapat diberikan :
  • Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus
  • Extracorporeal membrane oxygenation.

Pengobatan simptomatik :
  • Antiseptik didaerah mulut
  • Analgesik misal parasetamol
  • Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam
  • Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )
  • Penyakit ini adalah "self limiting diseases" ( berobat jalan ) yang sembuh dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut di atas.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT:
  1. Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan "Overcrowding", kebersihan (Higiene dan Sanitasi). Lingkungan dan perorangan misal cuci tangan, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.
  2. Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.
  3. Di Rumah sakit " Universal Precaution " harus dilaksanakan.
  4. Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

Hand-Foot-Mouth Disease (HFMD)
Etiologi : Coxsackievirus A 16
Cara Penularan : Droplets
Masa Inkubasi : 4 - 6 Hari

Manifestasi Klinis :
Masa prodromal ditandai dengan panas subfebris, anoreksia, malaise dan nyeri tenggorokan yang timbul 1 - 2 hari sebelum timbul enantem. Enantem adalah manifestasi yang paling sering pada HFMD. Lesi dimulai dengan vesikel yang cepat menjadi ulkus dengan dasar eritem, ukuran 4-8 mm yang kemudian menjadi krusta, terdapat pada mukosa bukal dan lidah serta dapat menyebar sampai palatum uvula dan pilar anterior tonsil. Eksantema tampak sebagai vesiko pustul berwarna putih keabu-abuan, berukuran 3-7 mm terdapat pada lengan dan kaki, pada permukaan dorsal atau lateral, pada anak sering juga terdapat di bokong. Lesi dapat berulang beberapa minggu setelah infeksi, jarang menjadibula dan biasanya asimptomatik, dapat terjadi rasa gatal atau nyeri pada lesi. Lesi menghilang tanpa bekas.
Diagnosis :
Manifestasi klinis dan isolasi virus dengan preparat Tzank.
Diagnosis Banding : Varisela, herpes
Terapi : Simptomatis

AIR KELAPA MUDA HIJAU
  • Air Kelapa muda hijau atau orang Surabaya bilang “Degan Ijo” orang Sunda bilang “Dewegan Hejo” yang mengandung: glukosa, sakarosa, fruktosa, sukrosa mineral, asam amino, sangat banyak manfaat dan khasiatnya yang dipercaya dapat membantu mengobati keracunan dan berbagai macam penyakit lainnya salah satunya adalah sakit akibat Virus Flu Singapura yang sedang ramai dibicarakan dan sudah menyebar di Jakarta.
  • Sebelum heboh wabah virus ini di media yang terjadi di Jakarta, sebenarnya penyakit denga tanda-tanda ini sudah menjangkit di Sidoarjo-Jawa Timur sebelumnya dan sekitar bulan Pebruari 2009 terjadi pada anak pertama kami yang berumur 7 tahun. Saat itu kami sudah kebingungan karena sudah 2 minggu lebih sakit/penyakitnya anak kami tidak sembuh padahal sudah diperiksakan ke Dokter sampai dua kali namun Dokter yang memeriksa anak kami pun belum bisa men-dianogsa penyakit apa sebelumnya, hingga obat dari dokter hampir habis namun belum ada tanda-tanda membaik. Jangankan untuk makan, minum obat dari Dokter saja sudah kesulitan, sebab tidak bisa buka mulut karena rasa nyeri dari bibirnya yang bengkak disertai seperti sariawan dan bernanah pada seluruh bibirnya, dan kemungkinan besar harus dirawat inap dan diinfus kalau periksa ke Dokter lagi.
  • Secara tidak sengaja, kami bertemu dengan keluarga teman anak kami dan kami bercerita mengenai kegelisahan kami, tak diduga ternyata salah satu anaknya pernah mengalami hal yang sama bahkan sempat dirawat di rumah sakit dan tak kunjung sembuh sampai akhirnya ada salah satu keluarganya tak sengaja membawa air kelapa hijau waktu menjenguk dan anak yang sakit tersebut me-minta karena kepingin yang akhirnya diminum habis dan keesokan harinya ada perubahan bahkan dokter pun heran dengan perubahan yang drastis itu dan akhirnya sembuh.
  • Dari cerita tersebut kami pun membeli kelapa muda hijau (Degan Ijo) dan airnya diminumkan kepada anak pertama kami serta diminumkan pula kepada adik kembarnya yang sudah mulai tertular. setalah diminumkan pagi hari, pada sore harinya mulai ada perubahan, anak kami bisa makan sedikit-sedikit dan rasa nyerinya sudah mereda, kami sangat gembira dan obat dari Dokter kami hentikan selanjutnya saya minumkan air kelapa muda hijau (Degan Ijo) sebutir sehari ditambahkan madu supaya lebih manis selama satu minggu terus menerus dan hasilnya sangat mengembirakan anak kami sembuh total.
  • Setelah anak kami sembuh, kami tak menduga ternyata ada beberapa anak lain serta orang dewasa yang kami ketahui mengalami hal serupa seperti anak kami bahkan lebih parah dan sudah periksa ke dokter pula namun tak kunjung sembuh kemudian kamipun membagi pengalam kami kepada mereka untuk minum air kelapa muda hijau (Degan Ijo) dan berhasil sembuh.
  • Semoga bermanfaat dan membantu, tapi awas jangan keliru dengan kelapa muda (Degan) yang lain, kelapa muda hijau (Degan Ijo) mempunyai ciri khas yaitu bila dikupas kulit bagian bawahnya akan terlihat ada warna ungu di antara kulit sabut yang putih dan kelapa yang lebih muda lebih baik karena kandungan airnya lebih banyak.
Berlangganan Via Email Anda :
Related :

0 comments:

Poskan Komentar

Next Prev home
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia Local Blogs Entertainment
Copyright 2012 - @INIUNIK