Selasa, 17 Mei 2011

Cerita Lengkap Gigolo Elit Yang Melayani Menteri di Era Orde Baru

Cerita Lengkap Gigolo Elit Yang Melayani Menteri di Era Orde Baru@INIUNIK Menjadi seorang gigolo papan atas sempat membuat dirinya kaya raya. Dengan bayaran mahal dan melayani wanita pejabat, sang gigolo panen rupiah.

Seperti dituturkan gigolo papan atas, sebut saja namanya Albert, yang memiliki pengalaman melayani para wanita pejabat dan pengusaha. Dari profesinya itu Albert berhasil membangun rumah dan membiayai hidup anak-istrinya.

Pada tahun 90-an, Albert mengaku pernah melayani seorang perempuan yang menjabat sebagai salah satu menteri di kabinet. Albert yang saat itu profesi aslinya sebagai pengawal pribadi anggota DPR dikenalkan oleh pengawal pribadi sang menteri.


Kemudian, ketika sedang bebas tugas, Albert memberanikan diri memenuhi keinginan sang pejabat wanita berparas ayu tersebut. "Aku diajak ke hotel, lalu kami main di sana. Nggak nyangka juga bisa main sama dia. Lumayan bayarannya waktu itu bisa bikin rumah," ujarnya.

Berawal dari pelayanannya itu sang wanita pejabat ketagihan selama beberapa kali, namun pada akhir 90-an, Albert tak lagi mendapat order dari yang bersangkutan. Menurut isu yang beredar ketika itu sang menteri memiliki hubungan gelap dengan seorang penyanyi pria.

"Aku dengar kabar dia affair sama artis itu, ya sudah aku ga masalah, aku profesional saja. Semenjak itu aku nggak pernah main sama dia lagi," terangnya.

Profesi gigolo kembali menjadi sorotan pascatertangkapnya Mustofa, gigolo yang mencoba membius pelanggannya karena tidak mendapat bayaran sesuai tarif pasaran. Saat ini Mustofa tengah mendekam di tahanan Polsek Palmerah, Jakarta Barat.

* * * * * *

Inilah Pengakuan Gigolo Senior di Kebayoran


Jakarta - Selama ini operasi penyakit masyarakat hanya mampu menggulung wanita tuna susila (WTS) namun tak pernah menyentuh para gigolo yang secara hakikat sama seperti WTS.

Di negara barat, profesi gigolo adalah profesi terbuka yang dilokalisir seperti WTS. Namun di Indonesia, khususnya di Jakarta, para gigolo tidak terlokalisir dan malu-malu kucing.

Salah satu lokasi tempat berkumpulnya gigolo di Jakarta adalah wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Para gigolo berkeliaran secara sembunyi di pusat perbelanjaan dan pusat kebugaraan.

Seorang gigolo 'senior' di kawasan Blok M mengatakan, dia sudah menjadi gigolo sejak tahun 90an. Lelaki berperawakan tegap ini biasa mangkal di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Blok M.

"Saya biasanya menjelang siang ngopi aja di sana sambil kasih kode kepada para tante-tante, nanti datang sendiri pelanggan-pelanggan kita langsung ke hotel," ujarnya.

Lelaki asal Sumatera ini mengatakan, sembari menjadi gigolo dia memiliki profesi lain sebagai bodyguard alias pengawal pribadi. "Kalau jadwal lagi kosong saya mangkal ke sana, setiap kali manggkal dapat satu pelanggan, terangnya.

Selama 10 tahun dia menjalani profesi gigolo, terakhir melayani pelanggan pada awal 2000. Kini dia sudah meninggalkan profesi gigolo dengan alasan kesehatan dan usia.

* * * * * * *

Mustofa Gigolo Pernah Jadi Satpam

Jakarta - Mustofa (27), gigolo pelaku pembiusan dan pencurian terhadap korban AN (23) di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Selasa (10/5/2011), mengaku pernah bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah pusat belanja kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"Kalau jadi gigolo saya bisa dapat uang lebih banyak daripada jadi satpam, jadi dengan terpaksa saya lebih memilih jadi gigolo untuk menyambung hidup," ungkap Mustofa saat diwawancara Inilah.com di Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/5/2011).

"Sekali melayani saya memasang tarif Rp.300-400 ribu, dan harus menyetor kepada germo Rp.100 ribu untuk uang jasa. Dalam sehari saya dapat melayani 2-3 pelanggan," tutur pria yang ngekost di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini.

Biasanya Mustofa melayani wanita yang sudah bersuami dan waria. Untuk menggaet pelanggannya, pria asal Jawa Barat ini, menggunakan jasa germo, dan juga dapat melayani pelanggan yang berada di luar kota.

"Biasanya pelanggan menelpon germo, lalu germo memerintah saya untuk menemui pelanggan. Saya pernah melayani para pelanggan di Jogja dan Surabaya," pungkas pria yang bekerja sebagai pemijat di sebuah panti pijat di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. (inilah.com)
Berlangganan Via Email Anda :
Related :

0 comments:

Poskan Komentar

Next Prev home
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia Local Blogs Entertainment
Copyright 2012 - @INIUNIK