Jumat, 15 Juli 2011

Wanita Hilang Keperawanan di Luar Nikah dan Usia Muda Cenderung Bercerai

Wanita Hilang Keperawanan di Luar Nikah dan Usia Muda Cenderung Bercerai@INIUNIK Setiap orang pasti ingin memiliki pasangan yang sehidup semati. Tapi dibalik semua itu, ada syarat-syarat yang harus kita hindari. Salah satunya adalah menjaga keperawanan seorang wanita. Menurut studi baru menyatakan bahwa, wanita yang pernah melakukan hubungan seksual pada awal masa remaja mereka, lebih mungkin untuk alami perceraian. Terkesan seperti sebuah studi provokatif telah menemukan bahwa wanita yang kehilangan keperawanan mereka saat remaja muda lebih mungkin untuk bercerai di kemudian hari.

Para peneliti di University of Iowa melakukan survei terhadap 3.793 perempuan yang sudah menikah atau telah menikah di beberapa kali dalam kehidupan mereka, untuk memeriksa hubungan antara usia di mana mereka memiliki pengalaman seksual pertama mereka, dan keberhasilan perkawinan pertama mereka. Hasilnya menemukan bahwa 31 dari mereka yang kehilangan keperawanan mereka saat remaja, bercerai dengan suami mereka dalam 5 tahun dan hampir setengahnya bercerai dalam waktu 10 tahun.

Wanita Hilang Keperawanan di Luar Nikah dan Usia Muda Cenderung Bercerai - www.iniunik.web.id

Hanya 15 persen dari mereka yang menunda untuk berhubungan seks, bercerai dalam 5 tahun, dan 27 persen berpisah setelah 10 tahun.

Hubungan seksual pertama yang terjadi di awal masa remaja - sebelum usia 16 - lebih mungkin menimbulkan perceraian, bahkan walaupun pengalaman seksual pertama tersebut diinginkan sendiri.

Jika wanita muda menunda sampai usia 16 atau 17 dan seks pertama kali tersebut diinginkan, tidak ada hubungan langsung dengan perceraian.

Pandangan pertama dari temuan ini memang tampak mengkhawatirkan : beberapa outlet (termasuk satu ini ), melaporkan bahwa sampai 47 persen wanita yang kehilangan keperawanannya cenderung alami perceraian dalam waktu 10 tahun menikah. Dari hasli itu, menyiratkan bahwa perempuan yang kehilangan keperawanan mereka selama remaja pasti akan menghadapi konflik dalam hubungan mereka kemudian dewasa.

Singkatnya, kesimpulan studi tersebut kurang tentang korelasi antara saat seorang gadis kehilangan keperawanannya dan risiko nya perceraian daripada tentang bagaimana sifat dari pengalaman seksual pertama kemudian mempengaruhi hubungan romantis.

Dengan ini, Sebaiknya bagi para remaja diharapkan agar tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, demi masa depan kita semua.

Sebelumnya juga diberitakan, Para peneliti di School of Family Life, Brigham Young University di Utah Amerika Serikat mewawancarai 2.035 suami-istri soal hubungan intim pertama mereka.

Analisa hasil wawancara menunjukkan bahwa pasangan yang berhubungan intim setelah jadi suami-istri, memiliki hubungan yang jauh lebih sehat dibandingkan yang mulai bersetubuh sejak awal pacaran.

Pasangan yang melakukan "no sex before marriage" punya 22 persen lebih tinggi dalam stabilitas hubungan, 20 persen lebih baik dalam tingkat kepuasan hubungan, Mereka juga 15 persen lebih bagus dalam kualitas seks dan 12 persen lebih bagus dalam komunikasi suami-istri.

Bagaimana terhadap pasangan yang mulai berhubungan intim setelah mereka lama pacaran, tapi sebelum jadi suami-istri? jawabnya, hanya setengah dari angka-angka di atas.

Menurut para peneliti, hubungan seks sebelum menikah artinya pasangan terlalu menekankan soal fisik dalam hubungan mereka, bukannya soal percaya, setia, dan komitmen.
Berlangganan Via Email Anda :
Related :

0 comments:

Poskan Komentar

Next Prev home
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia Local Blogs Entertainment
Copyright 2012 - @INIUNIK