Jumat, 21 September 2012

Tips Meningkatkan Percaya Diri Anak Yang Di Ejek Teman

Tips Meningkatkan Percaya Diri Anak Yang Di Ejek Teman@INIUNIK Ada kalanya sang buah hati merasa rendah diri karena hal-hal di luar rumah yang menimpanya seperti ejekan dari teman sekolah. Sebagai orangtua, Anda pasti akan menasehatinya dengan perkataan positif agar sang buah hati merasa lebih baik.

Tips Meningkatkan Percaya Diri Anak Yang Di Ejek Teman

Namun sebenarnya membuat buah hati merasa lebih baik bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Berikut ini beberapa hal yang sering membuat anak diejek dan bagaimana cara yang benar untuk mengembalikan kepercayaan dirinya menurut psikolog yang juga penulis 'Freeing Your Child from Negative Thinking' Dr. Tamar Chansky seperti yang dilansir dari Woman's Day.

  1. Terpendek di Kelas. Jika anak Anda merasa rendah diri karena penampilannya, tanyakanlah pakaian apa yang ingin ia pakai jika tubuhnya lebih tinggi atau model rambut apa yang ia inginkan, lalu sarankanlah padanya untuk mulai berpenampilan seperti itu dari sekarang. Cara lainnya, ada bisa mulai mencari dan mendukung kelebihan dalam diri buah hati sehingga dapat membuatnya merasa lebih 'cantik' atau 'tampan'. Buat kelebihan anak itu sebagai suatu hal yang positif sehingga mengganti kekecewaan atas dirinya sebelumnya.
  2. Kelebihan Berat Badan. Tidak sedikit anak bertubuh gemuk yang menjadi bahan ejekan di kelas lalu merasa rendah diri dan cenderung menyalahkan dirinya sendiri. Untuk mencegahnya, Dr. Chansky menyarankan jika memang anak sudah mengerti, minta dia untuk menggambar bagan faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi tubuhnya seperti genetik, kegiatan sehari-hari, pola makan, dan anggota keluarga lainnya yang bertubuh gemuk. Dengan cara itu sang buah hati dapat mulai merasa bahwa kondisi tubuhnya bukanlah karena kesalahannya sendiri dan bisa mulai mengubah pola makan dan kegiatannya menjadi lebih sehat.
  3. Gagap. Kegagapan adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem neurologis maka itu Anda membutuhkan bantuan tenaga profesional seperti dokter. Kalau memang anak belum mendapat bantuan ahli, Anda bisa tetap menumbuhkan kepercayaan diri dalam dirinya. Caranya, seperti disarankan terapis wicara Children’s Hospital of Philadelphia, Dr. Joseph Donaher, jangan potong pembicaraan atau membantu anak bicara saat dia sedang tergagap-gagap. Daripada memotong pembicaraan anak saat dia sedang berusaha berbicara sempurna lebih baik Anda memuji usahanya agar dia merasa lebih percaya diri.
  4. Tidak Berbakat Menjadi Atlet. Banyak anak yang merasa rendah diri karena tidak diterima bergabung dalam tim olah raga di sekolah karena dianggap sebagai pemain yang buruk. Ketika anak merasa sedih dan jadi tidak percaya diri, ajaklah dia untuk melakukan kegiatan lain yang disukainya. Anak tidak perlu bergabung dalam suatu tim. Kegiatan fisik seperti menari juga bisa menumbuhkan kepercayaan dirinya. Yang paling penting Anda terus mendukungnya, seperti mendaftarkan anak kursus ataupun membelikannya alat-alat yang bermanfaat untuk kegiatan tersebut.
  5. Mengalami Puber Lebih Dulu. Anak cenderung berpikir negatif tentang apa yang terjadi pada tubuhnya setelah menginjak masa puber, apalagi jika ia mengalaminya lebih dulu dibanding teman-teman sekelasnya. Untuk mencegah pikiran negatif ini, diskusikanlah bersama sang buah hati tentang hal buruk apa yang ia pikirkan mengenai pubertas lalu katakanlah hal positif yang dapat menghilangkan kekhawatiran sang buah hati.
  6. Ketidakmampuan Dalam Belajar. Tidak semua murid di kelas dapat meraih ranking tiga besar karena kemampuan dalam menyerap pelajaran tiap anak tidaklah sama. Jika sang buah hati merasa minder karena nilai rapor yang tidak sempurna maka buatlah ia merasa lebih baik dengan memuji hal yang ia kuasai seperti kemahirannya dalam permainan tertentu. Sekecil apapun prestasinya dalam hal apapun itu, Anda harus memberikan pujian. Cara ini bisa membuat anak merasa Anda memang mendukungnya sehingga dia pun ingin tetap belajar lebih giat lagi.
  7. Pemalu. Anak pemalu cenderung menutup dirinya dari pergaulan sehingga teman-teman seusianya menganggap bahwa ia adalah anak yang tidak bersahabat. Untuk mengatasinya, minta buah hati untuk menyapa anak lain atau bergabung dalam pembicaraan sekelompok anak seusianya walaupun yang ia lakukan hanya mengangguk dan melihat sekelilingnya. Jika hal tersebut tidak berhasil, praktekkanlah di rumah dengan memperhatikan apakah anak menatap mata lawan bicaranya saat berbicara.
  8. Kutu Buku. Umumnya, anak-anak merasa tidak percaya diri jika memiliki ketertarikan yang berbeda dengan teman-teman sekelasnya. Sebagai orangtua, sebaiknya Anda mendukung minat unik anak daripada mencoba membuat dia menjadi anak ideal sesuai harapan Anda. Coba daftarkan anak pada komunitas atau acara yang sesuai dengan minatnya serta memuji betapa kreatifnya dia.
Berlangganan Via Email Anda :
Related :

0 comments:

Poskan Komentar

Next Prev home
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia Local Blogs Entertainment
Copyright 2012 - @INIUNIK